Subscribe:

yeahhhhhh

yeahhhhhh
jantan betina

Sabtu, 31 Juli 2010

0


Kira-kira tahun 2009 lalu, saya beserta 40 orang lainnya pergi ke salah satu Taman Nasional yang terletak di ujung paling Barat pulau jawa. Taman nasional ini terkenal dengan salah satu satwa endemiknya yang dikatakan hanya terdapat 50 ekor di wilayah tersebut. ya..seperti yang ditebak, kami berkesempatan mengunjungi Taman Nasional Ujung KUlon. Taman Nasional yang terletak di provinsi Banten.
Perlu pengorbanan yang luar biasa untuk menuju tempat ini.
Kami menaiki 2 buah truk kecil dengan muatan masing-masing 20 orang. Kami berangkat dari Bogor pagi hari, karena berhubung kami berangkat hari Jum'at dan yang laki-laki harus berhenti untuk melaksanakan Sholat JUm'at.
beruntung..kami dapat beristirahat sejenak di rumah k' Aaf (tetua di organisasi) yang memang ikut serta dalam ekspedisi kali ini. Perjalanan dari bogor menuju Banten ternyata cukup melelahkan. Panas serta udara kering seperti dengan setia menemani perjalanan kami. Kami juga melihat, sepanjang perjalanan banyak sekali pohon sawit (ckckck...saya sendiri lupa nama daerah yang kami lewati itu). Pohon sawit berhektar-hektar, pantas saja disitu panas dan kering. Tapi ya sudahlah...toh pohon sawit tidak akan memadamkan keinginan kami untuk cepat sampai ke Banten.
Akhirrnya....sampai juga di Banten. senang rasanya bisa menemukan "RUMAH". Bisa menemukan air dan bisa menemukan makanan. Bahagianya...
Di Truk harus berpuas diri dengan makanan dan minuman yang sengaja kami hemat. Bersantai sejenak dan mengumpulkan nyawa serta tenaga untuk perjalanan yang lebih jauh.
Hmm...sehabis sholat jum'at akhirnya kami meluncur dengan dua truk edan ini menuju ke arah "Sumur". Sumur itu nama tempat dimana kita bisa menemukan pintu gerbang taman Nasional ini. "Selamat datang di Taman nasional Unjung Kulon" dengan patung Badak yang gagah berdiri menopang penyangga gerbangnya. Akh...saya juga lupa, yang berhadapan dengan patung gajah itu patung apa y??. Untuk mendokumentasikannya juga cukup sulit..truk melaju kencang dengan cepat menjauhi pintu gerbang itu.
So far so good lah, akhirnya sampai di Balai taman nasional nya.
Hayuk...registrasi ulang. ternyata disana ramai dengan tawa anak kecil. Mereka dengan sengaja berhenti bermain dan mulai memanjat pagar. Lalu…dengan santainya melihat ke arah truk..seakan menemukan peliharaan Baru. kenapa mereka begitu excited menemukan kami di dalam truk???
Berasa artis...apa berasa monyet?? Tak tahulah, untung tidak berlangsung lama. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju rumah bapak guide yang bakal menemani perjalanan kami selama 2 minggu di hutan belantara Ujung kulon.
Untuk mengisi kejenuhan diatas truk yang kami tumpangi. Sambil iseng bin tidak ada kerjaan mulailah anak2 jeprat jepret sana sini. saya bahkan melihat sekeliling, dan mulai merasa banyak sekali pohon melinjo yang saya lihat dari tadi. Mulailah….tes kecerdasan dimulai!! Xexexexe…ayo yang belajar Dendrologi, keluarkan ilmu kalian!!
Gnetum gnemon alias Tangkil dalam bahasa sunda, panganan paling ngetrend buat emping. Berhubung saya sendiri tidak belajar dendrology, jadi apa yang dikatakan anak2 kehutanan lewat dengan begitu saja di telinga saya. Susah payah menjelaskan hingga mulut berbuih, yang saya mengerti hanya satu “daun muda serta buahnya enak dimakan untuk sayur asem atau sayur lodeh…hmmm mantap euy”. Lalu mereka menjelaskan lagi tentang pohon lain. Bakau, jati, bungur apalagi entah. Honje pun tak luput dari penjelasan mereka. O ya, sekedar member tahu, nanti jika sempat ke TN ini aka nada sebuah bukit yang diberi nama Gunung Honje oleh penduduk sekitar. Belum sempat kesana sih..tapi katanya lebih banyak ditemukan Owa Jawa didaerah ini.
Sampai juga di rumah pak Sobir, polhut yang dengan baik hati meminjamkan rumahnya untuk tempat beristirahat kami. Sungguh luar biasa. Memang rumah-rumah disini gelap ketika malam karena listrik tidak masuk sampai daerah ini. Namun senyum serta sapaan hangat mereka, membuat kami begitu merasa disambut di daerah yang Asing ini. Yup..segala persiapanpan pun kembali diulang. Chek barang dan kembali packing. Besok kami akan memutus komunikasi kami dengan dunia luar. yang ada hanya kami, air, udara, tanah, dan alam kami (sebenarnya karena tidak ada sinyal dan berusaha menghemat baterai Hp jadi kami putuskan hal ini). It's time to take a rest for a while friends.
tar lanjut lagi ya....baru Part 1. besok part 2 nya akan segera dirilis.
masih ada cerita mengenai Tn alas purwo yang begitu indah dengan tukiknya yang siap di lepas ke laut. atau SM Cikepuh dengan keramahan masyarakat nelayan ditengah hutan pantai yang sulit dijangkau masyarakat awam. Atau liburan di Megamendung, ditengah-tengah hutan pinus dan istana Pacet yang siap membuat anda berteriak ngeri.
tunggu saja..wokeh!!!

Sabtu, 17 Juli 2010

0
mereka adalah Ar, lia, uma, ida, dan aku.
kami berlima berteman sudah sejak lama, sejak kami menginjakan kaki pertama kali di SDN2 Rama Dewa.
Kami tidak tahu, seperti apa hidup akan berjalan.
tapi ku rasa...ini sangat membingungkan.

baik..akan aku ceritakan mereka satu persatu. Agar aku juga masih bisa mengingat mereka yang kini hidup saling tak mengenal dan berjauhan.

Ar...tetangga kompleksku. Lahir tanggal 21 Oktober 88, kami memang cukup dekat.
karena rumah kami yang berdekatan dan Ar memang orang yang cukup mudah bergaul dengan orang baru. namun sayang, ilmu itu sama sekali tak bisa ku serap dari dia. secara fisik, memang dia tidak terlalu cantik. kulitnya awo matang dan memiliki jerawat dibagian wajahnya. Namun entah mengapa, dari kami berlima mungkin dia yang paling banyak memiliki pacar. Segala golongan dia bisa dapatkan. dari anak SMA sampai laki-laki yang hampir menikah dengan orang lain. ya jujur saja...hidupnya begitu rumit.
Ar suli untuk menemukan cinta sejatinya.
dulu aku ingat sekali, Ar yang bilang kepadaku. fer...cari suami tu yang punya 3 T alias "tampang, tajir, tengkrengan alias kendaraan'
but it just bullshit...
kadang sulit untuk mempercayainya. karena yang dia katakan sering kali membuat orang lain justru merasa dirugikan.
sekarang dia sudah menikah...dengan teman yang dulu sempat bersama kami waktu sekolah dasar. Dia membawa begitu banyak keceriaan.,meskipun sakit hati itu tak kan pernah ku lupakan. tapi dia teman terbaik yang aku miliki di rumah. dia setidaknyaakan terus meminta maaf jika dia berbuat salah...
dan kekonyolan dia membuatku tidak bisa menghapuskannya.
sekarang dia sudah pindah rumah dan berusaha membangun rumah tangganya yang baru bersama anak dan suaminya. aku berharap, adanya mereka di hidu Ar akan sangat membantu Ar untuk bisa berubah...
Ar...ganbatte...

Rabu, 14 Juli 2010

0
Potong 8 blok...lama sekali rasanya....
tinggal 20 blok lagi..
ne geht fera...Kottka!!!

semuanya semoga dilancarkan Tuhan.
ma dosen pembimbing juga udah dikasi tau...kamu qo g selesai2.
jangan terlalu lama
institusi memang begitu
kalo kamunya ga gesit ya sudah....telat bakalan
jangan saling menyalahkan saja....
semuanya masih belajar
termasuk kamu fer....

hayuuu....yang lain pada semangat ngerjain skripsi..draft de el el....
kamu mah.....
ada progress juga uda bagus.
Kottka fera....kottka....
hari ini kesana lagi....
monyet2 qu....
tolong bantu kami juga di Alammu disana..

yang heran lagi...kemarin beli cover glass di toko "SG" jalan sartika...
mahal gillllaaaa....
dikirain cover glass mah 30rban...apaan...untung bawa duit lebih
harganya 45rb...
tinggal 5rb, pas buat ongkos balik ke Dramaga...jangan berharap buat makan siangnya ya...
truzzz... ternyata VVG 150 rb per slide.mahal ya....
bantu kami.....
1. jangan bikin kami stress akan harga
2. berikan kami bantuan agar di lab di lancarkan
3. berikan kami teman-teman yang baik dan selalu mendukung
4. semoga dosen-dosen dan teknisi disana selalu diberi kesehatan...jadi kami bisa ngelab terus
5. ga ada kuliah lagi...

itu ajah......Kottka ^_^

Senin, 12 Juli 2010

0
bukan waktunya untuk mengeluh fera....
tapi ini waktunya bercermin diri atas waktu yang lalu
kamu membuangnya dengan sia-sia...
tidak boleh menyalahkan orang lain atas ketrbatasan mereka.
Harus mengerti diri sendiri kalau kamu juga patut bertanggung jawab atas semua ini....

Hyang widhi....mohon tolong tambahkan rasa sabar ini.
tambahkan sedikit saja ketenangan akan otakku.
aku takut menjadi tumpul tuhan...
aku benar-benar takut....
karena mulutku bisa bekerja mendahului otakku
dan itu menjadi kesalahan ku yang terbesar..

Tapi jangan menyuruhku terdiam
aku bukan mahluk mati yang menerima keputusan orang lain dengan mudah
menerimanya dengan berlapang dada..
atau bahkan tersenyum ketika melihat pesan yang luar biasa membuatku muak...
Aku masih hidup tuhan....
aku masih hidup...
 
Copyright 2009 Ni Made Ferawati