Aku pergi ke padang ilalang
Bertemu seorang pemuda
Tampan dan berwibawa
Tangannya sayu tanpa semangat
Matanyapun tertutup
Pucat…..
Pemuda itu tanpa nafsu
Aku meninggalkannya..
Namun..seruak kebimbangan membuntutiku
Mengapa aku harus menangis?
Aku menginginkan dia
Serapuh apapun dia…
Aku jauh lebih menginginkannya
Meski tak sanggup berusaha menjadi penopangnya
Sekuat apapun dia berdiri
Aku tetap menginginkannya…
Tanpa mampu ku keluarkan lagi
Sekelumit mantra yang kuat
Untuk menjatuhkan hatinya
Dalam kalutnya rasa egois
Dan sepi yang hampir tertutup rapat-rapat.
Aku menginginkannya…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar